Kamis, 02 Juni 2011

Orang-orang Bloomington

Judul: ORANG-ORANG BLOOMINGTON
Jenis: KUMPULAN CERPEN
Karya: BUDI DARMA
Tahun terbit: 1980
Orang-orang Bloomington adalah karya penting Budi Darma. Kumpulan cerita ini merupakan salah satu karya sang maestro yang berbeda dengan kebanyakan karyanya tidak bertemakan hal-hal abstrak. Melalui cerita-cerita yang ditulis pada periode akhir 1970an ini, pembaca tidak hanya diajak menelanjangi pergolakan emosional para tokoh di dalamnya, tetapi juga menyelami berbagai permasalahan humanistik mereka dalam berhubungan dengan lingkungan dan sesama.
Cerita pendek yang berjudul Laki-laki Tua Tanpa Nama, bercerita tentang seseorang yang hidup sendiri dan misterius, ada juga "Joshua Karabish" yang bercerita tentang orang berpenyakit aneh yang ternyata menyimpan banyak keanehan pula dalam hidupnya dan baru diketahui semuanya saat dia meninggal. Lalu ada pula yang berjudul Keluarga M yang ceritanya sangat menyentuh, bagaimana sebuah keluarga miskin bertahan hidup dengan cara mereka sendiri, saat semua orang menganggap mereka jahat, muncul keprihatinan yang amat dalam di keluarga itu. Dalam keadaan apapun, mereka selalu berusaha bersama-sama. Kemudian ada juga Ny. Elberhaart yang bercerita tentang wanita tua yang selalu menunggu surat datang dan menuduh tukang pos telah menggelapkan surat-surat yang seharusnya diterimanya, karena ia melihat tetangga nya yang lain sering menerima surat sedangkan ia tidak. Cerita yang satu ini agak unik.
Secara keseluruhan, kumpulan cerpen yang terdapat dalam buku tersebut bagus karena semuanya telah mengajarkan bahwa takdir memang telah begitu hebat membuat manusia tak berdaya. Ada yang pasrah begitu saja menerimanya, ada pula yang berusaha keras memahami dan ingin mengubahnya. Dengan demikian, apakah kita hidup sia-sia atau tidak, kita sendiri akan merasa ragu. Membaca kumpulan cerpen ini, membuat kita seolah-olah wayang yang dimainkan dalang, dan tentu saja dalang itu adalah Tuhan. Kita juga tidak bisa mengatakan bahwa hidup itu tak ubahnya konsep nihilism alias sia-sia belaka. Karena tetap saja ada hikmah yang bisa kita petik dari perjuangan kita untuk tetap bertahan hidup, walaupun semuanya sudah diatur oleh Tuhan.

Komentar:

Karya-karya Budi Darma seperti berusaha untuk mengajak kita semua merenungi tentang takdir. Dari karya-karya ini, kita dapat belajar bahwa kepahitan hidup kadang perlu, pantas, dan bahkan harus kita dapatkan agar kita bisa mengetahui apa arti hidup dan kebahagiaan. Dari rasa sakit dan merana kita akan berjuang, merenung, dan bersyukur. Seperti dalam cerpen Keluarga M yang membuat kita sadar bahwa orang yang jahat tak selamanya jahat. Begitu juga dengan cerpen Laki-laki Tua Tanpa Nama yang mengajari kita tentang kesendirian. Dalam kesendirian, manusia akan punya lebih banyak waktu untuk merenungkan apa yang sebenarnya telah dan sedang terjadi dalam hidupnya. Manusia akan mampu menemukan jati dirinya tanpa campur tangan orang lain.

Gaya "saya" dalam tokoh-tokoh Budi Darma begitu unik. Mengikuti tokoh sentral secara diam-diam, mengamati, berpikir, lalu membuat kesimpulan tentang orang-orang yang misterius itu. Menakjubkan. Dengan membaca cerpen-cerpen di dalam buku ini, anda semua akan dibawa berkeliling ke jagad imaginasi yang luar biasa. Cerita yang mungkin bagi anda sederhana dan akan habis dibaca dalam waktu sekejap, namun akan menyisakan renungan yang tidak sekadar bombastis.

0 komentar:

Poskan Komentar